Sekodilemo.net

Seputar Berita Dunia

WAJAH YESUS DALAM TINDAKAN DAN APLIKASI SOSIAL

WAJAH YESUS DALAM TINDAKAN DAN APLIKASI SOSIAL. Topik ini adalah tema inspirasi dan sikap kritis terhadap cara beraga yang janggal dan tidak sesuai dengan kaida amanah kasih dan damai sebagai suatu ajaran moral dari agama-agama yang ada seperti Islam dan Kristen. Topik ini mengajak setiap pemeluk dan instandi Agama bisa saling berkomunikasi satu dengan yang lain suapaya hubungan sosial bisa tercipta dengan tentram aman dan kondusif.

Pendahuluan
Menanam gereja di daerah yang penduduknya heterogen merupakan awal mulanya pertanggung-jawaban menjaga kebaikan lingkungan yang sedang didiami untuk mencapai kesejahteraan hidup bersama. Akhir-akhir ini, di mana Gereja hidup dan bekerja selayaknya bagian dari lembaga pendidikan keagamaan yang formal, tak lupa menganalisa perilaku interaksi mahasiswanya dengan masyarakat yang ada di sekitar mereka yang kebanyakan beragama Islam.
Mengingat Lembaga Gereja yang adalah lembaga perguruan tinggi berstatus Kristen, mesti mahasiswa binaan mereka mampu menggambarkan Yesus sebagai idola Kristen dalam berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda keyakin dengan dia. Namun yang terasa dan disayangkan ialah kemampuan tersebut tidak sebaik yang semestinya pula diharapkan. Mengapa? Karena dalam keseharian mahasiswa khususnya ketika berjalan dari Lundan menuju kampus yang berjarak 4 ratus Meter, dan kebetulan di antara kampus dan Lundan tersebut terdapat sebuah pesantren Muhammadiyah dengan asuhan anak didik mereka.
Melihat kesehariannya dalam hubungannya dengan agama lain, belum kelihatan adanya komunikasi baik antara kedua kelompok yang berbeda keyakinan tersebut. Seperti misalnya hubungan antara STAKN Toraja dan Pesantren dari tahun 2004 lalu sampai saat ini belum terjalin mesra.
Dapat dikatakan bahwa antara STAKN dan Pesantren adalah dua lembaga yang berlatarbelakang agama yang berbeda, dan kedua agama itu sama-sama mencari dan mengajarkan kedamaian. Namun kenyataan yang ada, hal damai sepertinya tidak tumbuh dan tidak ada sama sekali. Hal itu dapat ditandai dengan ketidakadaannya komunikasi baik antara pegawai kampus maupun pendidik di pesantren tersebut, apalagi diantara para mahasiswanya. Seharusnya hubungan kedua lembaga ini terjalin baik seperti pada amanah kitab-kitab dan ajaran mereka.
Inilah alasan mengapa penulis memilih judul  WAJAH YESUS DALAM TINDAKAN DAN APLIKASI SOSIAL, karena rupanya justru merekalah yang memiliki Yesus dibanding dengan beberapa pegawai dan mahasiswa STAKN Toraja. Mereka tidak mengakui sama sekali tentang Yesus sebagai Tuhan selain mungkin sebagai nabi saja, apalagi ajaran dan sejarah hidup-Nya, tetapi mereka merasa lebih suka berbelanja dan nongkrong sewaktu-waktu di jalan dekat toko tadi untuk mencoba berbaur dengan orang yang berbeda keyakian. Akan tetapi mereka tidak diindahkan oleh penganut Kristen yang mayor karena mereka adalah minor di Mengkendek-Toraja ini. Di sinilah letak masalahnya, sebab Yesus tidak ada di STAKN tetapi ia ada di Pesantren.

STUDY KASUS

WAJAH YESUS DALAM TINDAKAN DAN APLIKASI SOSIAL

Pada kali hari, sekitar 5 dan kadang-kadang 10 rombongan anak Pesantren berbelanja di toko minimarket yang terletak pas di depan jalan poros yang selalu dilalui para mahasiswa yang tinggal di Lundan menuju kampus. Sekitar pukul 11.25 Wita, bersamaan para rombongan dari pihak pesantren bertemu dengan 5 mahasiswa STAKN Toraja di antaranya ada yang semester 4 dan 6. Pertemuan itu kelihatannya tidak penting bagi mereka sebab tidak ada satu pun dari mahasiswa itu yang mau mencoba menyapa anak-anak Pesantren, baik melalui senyum, ucapan slamat pagi, dan ungkapan permisi, semuanya tidak ada kecuali angin lalu mereka saja.
Sementara beberapa anak pesantren saat itu ada yang memakai baju SMP dan SMA, kelihatannya ingin sekali menyapa dan membuang sepata kata kepada beberapa mahasiswa STAKN tersebut, rasanya mereka mau mengatakan hai kak, selamat pagi, dan senyuman manis itu muncul dari anak-anak pesantrena tersebut. Namun karena langkah kaki dari mahasiswa tersebut cukup kencang sepertinya terburu-buru, dan dengan ketidaksadarannya telah menggagalkan sapaan yang ingin sekali diberikan oleh beberapa anak pesantren tadi.
Setelah lima mahasiswa tersebut lewat, ada pula pegawai STAKN Toraja lewat dengan menggunakan sepeda motor. Anak-anak pesantren itu kemudian mengarahkan pandangan mata mereka ke arah pegawai tersebut, sapaan dan senyum dari pegawai pun tak muncul. Kasihan dan sungguh mengharukan hati. Tidak ada Yesus di STAKN Toraja. Yesusnya ada di Pesantren.

Mengidentifikasi Wajah Yesus
Yesus adalah orang yang bijak, penuh kasih dan damai. Ia adalah tokoh dalam Kristen yang memiliki rasa solidaritas tinggi dan baik. Termasuk ketika Ia mendatangi dan berpihak kepada orang lemah dan terpinggirkan. IA menyapa orang-orang yang tidak mengenalnya dan menanamkan damai dalam hati orang-orang yang membuka hatinya untuk Dia, dan orang tersebut adalah yang membawa dan menciptakan damai di mana tidak ada damai. kedamaianNya nyata di dalam kasih-NYa yang tidak membalas kekerasan dengan kekerasan, kejahatan dengan kejahtan, dan tidak membuang muka bagi orang yang membutuhkan-NYa, (bdk. Mat.6:33, Yoh. 1:6).
Kata Rosemary Sookhdeo seorang tokoh Kristen paling dekat dengan orang Muslim dari Inggris, “ketika terlibat dalam penanaman gereja, kita tidak dapat mengharapkan orang untuk mendatangi kita; tetapi kitalah yang harus mendatangi mereka dan duduk di mana mereka duduk. Dengan melakukan fokus ulang secara kontemporer terhadap Islam, banyak orang mulai memiliki beban untuk dunia Muslim serta melihat adanya urgensi tugas yang ada di hadapan mereka. Sehubungan dengan itu banyak dari orang Muslim telah berhasil melakukan banyak hal baik dari prinsip dan tindakan yang kami bangun.
Di atas telah jelas bahwa Kristuslah yang menyapa umat ketika Ia hidup di dunia ini 2000 tahun lalu, bukan umat yang menyapa-Nya lebih dahulu. Inilah yang semestinya mampu dilakukan pihak STAKN Toraja dalam berbaur dengan penduduk Muslim dan berusaha masuk ke tempat-tempat mereka untuk mengundang mereka ke acara spesial yang selalu diadakan. Ataukah menyapa anak-anak pesantren yang sengaja duduk dan santai di depan tokoh tadi, baik melalui senyuman, ungkapan slamat pagi, dan teguran lainnya yang bersifat sapaan. Dengan cara itu dapat dinantikan bahwa cara itu cukup berpotensi menciptakan hubungan baik antara Pesantren dengan STAKN Toraja.
melalui cara itu, bisa dikatakan bahwa Yesus hidup di lingkungan Pesantren dan STAKN Toraja. Kalau tidak, Yesus tidak ada artinya sama sekali. Yang dapat dilakukan untuk menunjukkan kasih Kristus ialah menyapa orang dalam kedamaian tanpa curiga dan bukan menyudutkannya secara sengaja dan tidak mau tahu dan berurusan.
Kesimpulan
Sesuai dengan pembahasan tersebut, kalau kita mau mencari wajah Yesus di STAKN Toraja, tidak akan ditemukan sebelum ada perubahan terjadi di sana. Dan untuk saat ini, wajah Yesus ada di Pesantren milik Muhammadiyah, sebab di sana ada banyak orang membutuhkan kedamaian, dan Yesus mengarah ke sana. Jadi, di mana ada orang atau kelompok membutuhkan damai, di sanalah Yesus bersemayam, dan untuk mencariNya sangat tepat kita lari ke sana. Dan lihatlah Ia mengharapkanmu untuk menciptakan damai di sana, maka segeralah melakukannya sebab nasibnya ada padamu.

Semoga tema WAJAH YESUS DALAM TINDAKAN DAN APLIKASI SOSIAL bisa menginspirasi anda. Wujudkan Agama dalam tindakan damai dan Kasih yang nyata untuk kemanusiaa. Agam yang membumi adalah agama yang berperikemanusiaan.

Salam.

Baca juga ulasan Seputardunia.online Mengenai topik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sekodilemo.net © 2017 Frontier Theme
error: Content is protected !!